Kembali ke Blog
Website MurahTCOEdukasi7 menit7 Agustus 2026

Jasa Website Rp 388rb: Baca Ini Sebelum Beli — Kenapa Total 3 Tahun Malah Rp 3,3jt

Iklan 'jasa pembuatan website mulai Rp 388 ribu' terlihat menggoda. Tapi Rp 388rb itu domain .my.id — versi .com Rp 818rb, dan modelnya sewa dengan renewal Rp 1,25jt+/tahun. Saya hitung total biaya 3 tahun secara jujur dan bandingkan dengan bayar sekali Rp 1,5jt milik selamanya.

OG Jasa Website Rp 388rb: Baca Ini Sebelum Beli — Kenapa Total 3 Tahun Malah Rp 3,3jt

Iklan Google-nya jelas: 'Jasa Pembuatan Website Mulai Rp 388 Ribu'. Terdengar mustahil murah — dan memang, angka Rp 388rb itu punya banyak bintang kecil yang tidak ditampilkan di headline. Saya bedah apa yang sebenarnya Anda bayar, karena harga depan bukan harga total.

Rp 388rb itu domain .my.id, bukan .com Ekstensi .my.id adalah TLD paling murah dan paling jarang dipakai bisnis serius. Begitu Anda minta .com — yang wajar dipakai brand — harganya naik ke sekitar Rp 818rb. Untuk company profile, versi .com bahkan bisa Rp 1,7jt. Jadi 'mulai Rp 388rb' itu harga pancingan untuk iklan, bukan harga yang benar-benar Anda pakai.

Kuncinya: itu model sewa, bukan beli Harga murah di depan adalah loss leader — umpan. Keuntungan penyedia ada di perpanjangan tahunan. Cek sendiri di halaman promo mereka: perpanjangan toko online 'mulai Rp 1,25jt/tahun', bahkan sampai Rp 1,95jt/tahun untuk paket lebih tinggi. Selama Anda mau website tetap online, Anda bayar terus setiap tahun.

Hitung total biaya 3 tahun — ini angka sebenarnya Ambil paket landing .com Rp 818rb sebagai contoh yang wajar: - Tahun 1: Rp 818rb (harga promo) - Tahun 2: Rp 1,25jt (perpanjangan) - Tahun 3: Rp 1,25jt (perpanjangan) - Total 3 tahun: sekitar Rp 3,3jt CilokTech Company Profile: - Bayar sekali: Rp 1,5jt - Hosting Vercel: gratis - Domain: sekitar Rp 150rb/tahun - Total 3 tahun: sekitar Rp 1,9jt — dan source code 100% milik Anda Untuk landing page Rp 900rb, selisihnya makin jomplang. Yang 'murah' justru lebih mahal begitu masuk tahun kedua.

Kenapa mereka bisa pasang harga segitu Empat alasan teknis, bukan sihir: 1. Template factory — ganti logo, warna, copy, selesai 4 hari. Bukan desain dari nol, jadi biaya per project rendah. 2. Shared hosting — ratusan website menumpuk di satu server cPanel murah. Resource dipatok, kecepatan jadi korban. 3. Anchor pricing — 'harga normal Rp 4,2jt, diskon 65%'. Angka normal itu tidak pernah dipakai jualan; itu trik psikologi. 4. Profit di renewal — harga awal ditekan serendah mungkin untuk menang di iklan Google, uangnya dikejar dari perpanjangan.

Yang paling berisiko: source code bukan milik Anda Di model sewa, website dan domain menempel ke vendor. Berhenti bayar → website hilang, dan Anda tidak pegang source code untuk pindah. Anda menyewa etalase, bukan memilikinya. Di CilokTech, seluruh source code masuk repository GitHub private milik Anda — mau pindah hosting, tambah fitur, atau ganti developer, semua bebas.

Kapan jasa website murah masuk akal? Jujur: kalau Anda cuma butuh kartu nama online sementara, budget benar-benar mepet, dan tidak peduli desain sama dengan bisnis lain — paket sewa .my.id bisa jalan untuk beberapa bulan. Tapi kalau website adalah bagian dari mesin penjualan dan Anda berencana pakai bertahun-tahun, matematika total cost-nya berpihak ke bayar sekali yang jadi milik Anda.

Kesimpulan: Rp 388rb itu harga iklan, bukan harga total. Versi .com + renewal tahunan bikin biaya 3 tahun tembus Rp 3,3jt — lebih mahal dari CilokTech Rp 1,5jt bayar sekali yang source code-nya milik Anda selamanya. Jangan bandingkan harga depan; bandingkan biaya 3 tahun. Rinciannya ada di /harga.

Mau website kayak yang di artikel ini?
One-man studio — konsultasi 15 menit gratis, langsung builder bukan sales.
🇮🇩Promo Kemerdekaan — Diskon 50%Agustus 2026 • semua paket